JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 16

 

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 16

 FITRIA SARMIDA, S.Pd.

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 4

KABUPATEN BELITUNG


Jurnal Refleksi minggu ini saya menggunakan Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C). Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Model ini cocok untuk digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran. Ada beberapa pertanyaan kunci yang menjadi panduan dalam membuat refleksi model ini, yaitu: 

  1. Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? 
  2. Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini? 
  3. Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak? 
  4. Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?


Connection

Coaching merupakan sebuah kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. 

Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun’ tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. oleh sebab itu keterampilan coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan

kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Dalam proses coaching, murid diberi kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada  agar murid tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Coaching sesuai dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yakni pendidikan yang menghamba pada murid (berpihak pada murid). Hal ini sangat sesuai dengan peran sebagai calon guru penggerak yaitu menjadi pemimpin pembelajaran dan menjadi coach bagi guru lain.


Challenge

Selama ini saya sering melakukan mentoring maupun konseling dalam membantu rekan maupun murid. Namun setelah pemahaman coaching dan kegiatan praktik yang dilakukan, saya dapat mengerti bahwa coaching memiliki langkah- langkah (TIRTA) yang berbeda dengan mentoring maupun konseling.


Concept

Konsep yang menurut saya penting pada coaching adalah melakukan komunikasi yang asertif, mampu mengajukan pertanyaan terbuka yang mampu membuat coachee mengutarakan apa yang menjadi permasalahannya, dan menjadi pendengar aktif.


Change

saya akan menerapkan langkah - langkah TIRTA dalam proses coaching. 

Komentar

Postingan Populer